
Empat kendaraan taktis polisi dikerahkan untuk mendorong mundur massa aksi yang melakukan demonstrasi di depan Mapolda Bali, Denpasar, Sabtu.
Dalam pantauan ANTARA di lapangan, awalnya penyampaian aspirasi berjalan dengan lancar. Massa yang tergabung dalam “Aliansi Bali Tidak Diam” yang beranggotakan mahasiswa dan pengemudi ojek online bergantian berorasi di hadapan Mapolda Bali.
Kericuhan terjadi setelah massa melemparkan batu, botol minuman, mercon suar hingga mencoba menerobos masuk ke dalam Mapolda Bali lewat pintu depan. Massa melemparkan batu ke arah gedung utama Polda Bali. Kaca kantor Distreskrimsus Polda Bali pun tak luput dari amukan massa.
Ratusan pasukan Dalmas Polda Bali menahan dan mendorong mundur massa hingga massa mulai terpecah ke arah Pasar Kreneng dan arah OJK Bali.
Tak lama setelahnya, dua kendaraan Water Canon hingga kendaraan Barakuda dikeluarkan polisi untuk menghalau massa aksi dan polisi juga menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
Hingga pukul 16.25 Wita, polisi masih menghalau massa untuk membubarkan diri. Tembakan gas air mata pun masih terdengar di arah Pasar Kreneng Denpasar dan beberapa orang terlihat ditahan polisi.
Namun demikian, Polda Bali belum memberikan keterangan resmi terkait hal itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, mengatakan, sebanyak 645 orang personel diterjunkan dalam pengamanan demo hari ini yang terdiri dari Polda Bali, Polresta Denpasar, Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, hingga Brimob Polda Bali.
Kepala Polda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, meminta personel mengutamakan pendekatan persuasif dalam mengawal aksi demontrasi sejumlah elemen masyarakat sipil.
“Saya berpesan pada saat pelaksanaan tugas pedomani SOP yang berlaku, pedomani aturan yang sudah kita ketahui. Utamakan tindakan persuasif di awal serta secara berjenjang apabila skala situasi meningkat, semua personel harus sudah siap,” kata Kapolda Bali.